Etam Begenjoh Akan Digelar 14 Juni di Malang: Hadirkan Tradisi Beseprah hingga Ragam Seni Pertunjukan Khas Kutai
(Etam Begenjoh di Malang 14 Juni mendatang/pic:ist)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Gelaran budaya tahunan Etam Begenjoh siap digelar pada
Sabtu, 14 Juni 2025 di Alun-Alun Merdeka Kota Malang.
Acara ini akan menampilkan
kekayaan budaya Kutai Kartanegara, mulai dari tradisi beseprah, lomba musik
daerah berbahasa Kutai, hingga berbagai pertunjukan seni oleh para talent lokal
dari Kukar.
Hal tersebut diungkapkan
Plt Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar)
Awang Ivan Ahmad saat dikonfirmasi Poskotakaltimnews, pada Rabu (11/06/2025).
Ivan mengatakan bahwa
pihak Dispar Kukar telah melakukan rapat koordinasi terakhir bersama sejumlah
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan komunitas seni telah dilakukan untuk
mematangkan persiapan acara.
“Kami sudah melaksanakan
rapat persiapan kemarin. Beberapa OPD seperti Dispora, DiskopUKM, dan Disdik
turut kami undang. Juga talent-talent seni dari Dusun Putak Loa Janan, Lentara
di Muara Badak, dan Olah Gubah,” jelas Ivan saat ditemui di ruang kerjanya .
Mengingat sebagian
mahasiswa Kukar yang merupakan panitia maupun peserta sedang berada di Malang.
Ia mengatakan rapat tersebut juga dilakukan secara hybrid melalui Zoom.
Lebih lanjut, ia
mengungkapkan bahwa setiap OPD yang terkait juga telah memberikan dukungan
sesuai bidangnya.
“Jadi di event Malang ini
seperti Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) akan memfasilitasi kegiatan
olahraga tradisional Kukar, sementara DiskopUKM mendukung kegiatan beseprah
sekaligus mempromosikan produk UMKM Kukar melalui pembagian jajanan khas kepada
pengunjung,” ungkapnya.
Sementara itu untuk Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kukar. Ivan menyebutkan pihak Disdikbud Kukar sebagai
penyedia juri untuk lomba musik daerah yang akan diikuti oleh pelajar dan
mahasiswa di Malang.
“Jadi lomba ini nantinya
para peserta ditantang menyanyikan lagu dalam bahasa Kutai, dengan penilaian
dari juri asal Kukar,” terangnya.
“Jurinya dari Gubang dan
biayanya difasilitasi Disdik. Namun karena ada kegiatan bersamaan, mereka tidak
bisa hadir langsung,” tambah Ivan.
Terkait dengan rundown
acara, Ivan mengatakan acara akan dimulai pukul 14.00 WIB hingga malam hari.
Dalam rundown, kegiatan diawali lomba musik daerah, dilanjutkan behempas yang
merupakan olahraga tradisional, lalu beseprah pada sore hari. Dan puncak acara
akan digelar malam harinya dengan pertunjukan seni dan seremoni.
Berbeda dari pelaksanaan
Etam Begenjoh ditahun sebelumnya, pada event tahun ini para talent yang dibawa
masing-masing akan menampilkan dua jenis tarian.
“Jadi talent kita nantu
misal satu tampil di sore hari dan satu di malam hari. Pemenang lomba musik
daerah juga akan diberi kesempatan tampil pada malam puncak,” jelas Ivan.
Tak hanya itu Ivan juga
mengungkapkan pada event Etam Begenjoh
di kota Malang, kegiatan menari bersama atau bejepen juga akan digelar pada
sore hari dengan mengundang pelajar SMP dan SMA di Malang.
“Kami sudah bersurat ke
Disdikbud Kota Malang agar membantu menyebarkan undangan ke sekolah-sekolah.
Harapannya, anak-anak sekolah bisa ikut merasakan pengalaman budaya Kutai
secara langsung,” pungkasnya (Adv/Tan)